Setelah lolos dari verifikasi, kini saatnya partai politik peserta pemilu 2014 merebut hati para pemilih, termasuk para pemilih pemula. Untuk mendulang suara sebanyak – banyaknya parpol diharapkan memanfaatkan para pemilih pemula yang jumlahnya cukup besar. Kini ada jutaan pemilih pemula yang siap meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Parpol peserta pemilu harus jeli memanfaatkan pemilih pemula yang cukup potensial tersebut untuk mendulang suara . Pemilih pemula harus menjadi salah satu target pemenangan partai politik dalam Pemilu 2014 mendatang. Kader partai politik dan simpatisan harus bergerak cepat dalam upaya memengaruhi pemilih pemula.
Strategi menjadikan pemilih pemula sebagai sasaran adalah strategi yang cerdas guna menjaring suara untuk menguatkan posisi.
Tidak dapat dipungkiri, pemilih pemula juga ikut andil dalam menentukan pemimpin negeri ini. Jadi memanfaatkan pemilih pemula menjadi sangat penting dan sebuah keharusan, karena merupakan calon pemimpin bangsa dan negara di masa mendatang. Apalagi para pemilih pemula masih mempunyai semangat yang tinggi untuk ikut mencerdaskan dan membangun bangsa. Oleh karena itu tidak ada kata lain selain memanfaatkan pemilih pemula dalam pemilu mendatang. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah jutaan pemilih pemula tersebut sudah terdaftar menjadi calon pemilih tetap? Ini yang harus terus menjadi perhatian bagi penyelenggara Pemilu, yakni KPU.
KPU harus memastikan bahwa jutaan pemilih pemula sudah terdaftar termasuk mensosialisasikan mengenai pentingnya berpartisipasi dalam pemilu. Sementara untuk merangkul pemilih pemula pada Pemilu 2014, setidaknya harus dapat memengaruhi mereka supaya menaruh simpati kepada kandidat atau partai politik. Prilaku pemilih pemula memiliki karakteristik yang biasanya masih labil dan apatis, pengetahuan politiknya kurang, dan cenderung mengikuti kelompok sepermainan.
Apalagi mereka masih baru belajar politik khususnya dalam pemilihan umum. Jadi dalam hal ini dibutuhkan pembelajaran politik yang benar bagi para pemilih pemula. Sementara itu bagi para pemilih pemula diharapkan tidak terbuai dengan janji-janji semu yang otomatis akan menghasilkan pemimpin yang semu pula. Oleh karena itu masyarakat umum, termasuk pemilih pemula harus jeli, lebih pintar dan cerdas dalam memilih pemimpinnya. Karena itu merupakan kunci untuk menentukan nasib bangsa ini ke depan. Mudah – mudahan, menghadapi sekian banyak potensi pemilih yang beraneka ragam, partai politik peserta pemilu benar – benar melirik keberadaan pemilih pemula. Sebab bagaimana pun juga
